100 Things Rangers Fans Should Know & Do Before They Die (100 Things...Fans Should Know)

100 Things Rangers Fans Should Know & Do Before They Die (100 Things...Fans Should Know)

B. Indonesia Sekolah Menengah Pertama (1) ayah melempaskan kami seperti takkan melihat kami lagi. (2) bagi beliau, eropa tak terbayangkan jauhnya. (3) ayahku yang pendiam, tak pernah sekolah, puluhan tahun menjadi kuli tambang. (4) paru-parunya disesaki gas beracun, napasnya berat, tubuhnya keras seperti kayu. (5) ia menatap kami seakan kami bertanya yang paling berharga, seakan eropa merampas kami darinya. (6) air matanya pelan, aku memeluk ayahku, ayah yang aku cintai melebihi apa pun, tangannya yang kaku merengkuhku. (7) pesawat kecil itu terangkat, dari jendela kulihat ayahku melambai-lambai dengan sapu tangan yang dulu dipakainya untuk mengikat kakiku pada tuas sepeda forefernya supaya kakiku tak terjerat jari-jari ban. (8) aku tahu aku akan meridnukan laki-laki pendiam itu, kuliat lambaiannya sampai jauh hingga tak nampak lagi, aku tersedu-sedu. watak tokoh ayah dalam kutipan novel tersebut adalah

(1) ayah melempaskan kami seperti takkan melihat kami lagi. (2) bagi beliau, eropa tak terbayangkan jauhnya. (3) ayahku yang pendiam, tak pernah sekolah, puluhan tahun menjadi kuli tambang. (4) paru-parunya disesaki gas beracun, napasnya berat, tubuhnya keras seperti kayu. (5) ia menatap kami seakan kami bertanya yang paling berharga, seakan eropa merampas kami darinya. (6) air matanya pelan, aku memeluk ayahku, ayah yang aku cintai melebihi apa pun, tangannya yang kaku merengkuhku. (7) pesawat kecil itu terangkat, dari jendela kulihat ayahku melambai-lambai dengan sapu tangan yang dulu dipakainya untuk mengikat kakiku pada tuas sepeda forefernya supaya kakiku tak terjerat jari-jari ban. (8) aku tahu aku akan meridnukan laki-laki pendiam itu, kuliat lambaiannya sampai jauh hingga tak nampak lagi, aku tersedu-sedu. watak tokoh ayah dalam kutipan novel tersebut adalah

Jawaban:

watak ayahnya adalah pendiam, hal ini ditunjukkan pada kalimat nomor (3) "ayahku yang pendiam...", dan kalimat nomor (8) "...merindukan laki-laki pendiam itu...".

[answer.2.content]